Sulut

Gerak Cepat Gubernur Sulut Bantu Korban Banjir Bandang Siau

252
×

Gerak Cepat Gubernur Sulut Bantu Korban Banjir Bandang Siau

Sebarkan artikel ini

SULUT, ambangnews.com -Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling bergerak cepat merespons bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Pemerintah Provinsi Sulut langsung menyatakan kesiapan penuh membantu masyarakat terdampak bencana tersebut. Senin (05/01/2026).

Peristiwa banjir bandang yang terjadi pada Senin (5/1) itu mendapat perhatian serius dari Gubernur Yulius. Ia menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga di Pulau Siau akibat cuaca ekstrem.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulut menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa banjir bandang yang terjadi di Siau. Kami sangat prihatin dengan kejadian ini,” ujar Gubernur Yulius dalam keterangannya.

Gubernur menegaskan, Pemprov Sulut akan hadir memberikan dukungan penuh, baik pada tahap penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar bantuan dapat segera sampai ke masyarakat.

“Pemerintah Provinsi akan semaksimal mungkin membantu meringankan beban masyarakat di Siau. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. Kita semua berharap cuaca segera kembali normal,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Gubernur Yulius telah memerintahkan jajaran terkait di lingkungan Pemprov Sulut untuk menyalurkan bantuan berupa alat berat, kebutuhan bayi dan lansia, pakaian, kasur, serta makanan bagi warga terdampak.

Sementara itu, penanganan darurat terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Bencana ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama sekitar lima jam tanpa henti, sehingga memicu luapan air bercampur material batu, tanah, dan kayu ke permukiman warga.

Banjir bandang tersebut berdampak luas di sejumlah wilayah Kecamatan Siau Timur, meliputi Kelurahan Paniki, Paseng, Bahu, serta Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili. Berdasarkan data sementara, tercatat 11 orang meninggal dunia, 4 orang hilang, dan 18 orang luka-luka, dengan dua korban luka berat direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Manado. Pemerintah Kabupaten Sitaro pun telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *