PendidikanSulut

BTA Sulut Hadiri GPC 2026 di Minahasa Utara

140
×

BTA Sulut Hadiri GPC 2026 di Minahasa Utara

Sebarkan artikel ini

MINUT, ambangnews.com – Badan Tadzkir Akbar (BTA) Sulawesi Utara menghadiri gelaran Green Press Community (GPC) 2026 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Pulau Jawa. Agenda yang mempertemukan jurnalis dan berbagai pemangku kepentingan lingkungan ini berlangsung di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Sabtu, (7/2/26).

BTA Sulut merupakan organisasi yang bergerak di bidang dakwah, kerohanian, serta pembinaan karakter pelajar dan pemuda. Di Sulawesi Utara, BTA aktif melalui cabang Manado, Kotamobagu, Minahasa Utara, Tondano, dan Bitung, serta ranting Kema dan Likupang, dengan fokus pembinaan akhlak dan mental generasi muda melalui kajian keislaman dan kegiatan berbasis alam terbuka.

Kegiatan yang dihadiri BTA Sulut ini merupakan agenda strategis yang diselenggarakan oleh The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia. Mengusung tema “Jurnalisme Melindungi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil”, GPC 2026 dinilai menjadi tonggak penting bagi Sulawesi Utara sebagai wilayah kepulauan yang didominasi kawasan pesisir.

Ketua SIEJ Daerah Sulut, Finda Muhtar, menyampaikan selamat datang kepada peserta dari luar daerah, khususnya pengurus SIEJ yang datang dari 26 provinsi di Indonesia.

“GPC 2026 ini pertama kalinya diselenggarakan di luar Pulau Jawa.”

Finda menyebut perjalanan SIEJ simpul Sulut tidak mudah sejak berdiri pada 25 Juli 2014.

“SIEJ simpul Sulut Sulut hadir dari lokakarya dengan tema besar: kebijakan pembangunan di darat dan dampaknya pesisir laut,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Finda berharap para pemangku kepentingan daerah di Sulawesi Utara dapat lebih memperhatikan aspek lingkungan dan tidak gegabah dalam mengambil kebijakan pembangunan.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat memihak kepada lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Finda.

Sementara itu, Ketua Umum SIEJ, Joni Aswira, mengatakan GPC di Sulut dihadiri berbagai lapisan masyarakat, mulai dari jurnalis, akademisi, pegiat lingkungan, organisasi pelajar Muslim, LSM, siswa, hingga pemerintah.

“Mengharukan, betapa gelaran iven ini disambut dengan antusias,” terangnya.

Menurut Joni, GPC hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk membicarakan kelangsungan bumi.

“Dengan hadirnya GPC menjadi kolaborasi semua pihak mencari solusi dalam menyelamatkan bumi.” pungkasnya***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *