Kotamobagu, ambangnews.com – PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) Site Bakan kembali mencuri perhatian publik, kali ini lewat apresiasi dari Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) atas penerapan metode tambang yang dinilai tertib Amdal, ramah lingkungan, dan ramah sosial.
Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Pusat Studi Lingkungan UDK sekaligus Wakil Rektor III, Henratno Pasambuna, S.Hut., M.Si, usai kunjungan lapangan dan diskusi intensif bersama pihak perusahaan pada Sabtu, 14 Juni 2025.

Dalam kunjungan tersebut, tim UDK mengamati langsung praktik tambang terbuka (open pit) yang dijalankan PT JRBM di dua wilayah administratif—Kabupaten Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Selatan. Selain metode open pit, PT JRBM juga menerapkan teknik heap leaching untuk pengolahan bijih emas, metode yang dikenal efisien untuk bijih berkadar rendah dengan tetap memperhatikan pengelolaan limbah berbasis lingkungan.
“PT JRBM menerapkan prinsip Good Mining Practices yang nyata, mulai dari perencanaan tambang hingga reklamasi. Mereka berhasil memadukan efisiensi produksi dengan kepatuhan pada standar lingkungan,” ungkap Henratno.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah-langkah konkret perusahaan dalam pengelolaan limbah, penggunaan teknologi CIL (Carbon in Leach), serta pengoperasian truk listrik untuk mengurangi emisi karbon. Perusahaan juga menunjukkan komitmennya terhadap reklamasi lahan dengan menata ulang kontur tanah, mengembalikan topsoil, dan melakukan revegetasi menggunakan tanaman lokal.
Tak hanya aspek teknis tambang, PT JRBM juga dinilai unggul dalam sisi sosial. Program pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu pilar kegiatan mereka, mulai dari beasiswa pendidikan, pelatihan keterampilan, penyediaan sanitasi, hingga dukungan terhadap petani kakao di lingkar tambang.
“Ini bukan sekadar tambang, tapi contoh konkret bagaimana industri ekstraktif dapat dijalankan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan,” kata Henratno.

Langkah PT JRBM ini pun diharapkan dapat menjadi model pertambangan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus menjawab tantangan global terhadap praktik industri yang berwawasan lingkungan dan berpihak pada masyarakat lokal.













