Kotamobagu

TP-PKK Kotamobagu Dampingi Finalis Duta Remaja Cegah Stunting di Manado

45
×

TP-PKK Kotamobagu Dampingi Finalis Duta Remaja Cegah Stunting di Manado

Sebarkan artikel ini

MANADO, ambangnews.com — Komitmen Tim Penggerak PKK Kota Kotamobagu dalam memerangi stunting menyasar edukasi generasi muda. Ketua TP-PKK Kotamobagu, Rindah Gaib Mokoginta, didampingi Wakil Ketua Resty Mangkat Somba dan jajaran Pokja IV, hadir di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Manado untuk memberi dukungan moril kepada utusan Kotamobagu pada ajang Pemilihan Duta Remaja Cegah Stunting tingkat Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (23/04/26).

Kotamobagu mengutus dua talenta terbaik, Chrismart Imanuel Jourdan Palenewen dan Megrisa Hidayat Lesena, yang sebelumnya menjadi jawara di tingkat kota dan kini membawa nama daerah ke level provinsi.

Ny. Rindah menegaskan kehadiran TP-PKK bukan sekadar seremonial, melainkan investasi peran remaja sebagai agen perubahan dalam memutus mata rantai stunting.

“Kami hadir untuk memastikan putra-putri terbaik kita merasa didukung sepenuhnya. Kami optimis Kotamobagu bisa memberikan yang terbaik pada Grand Final besok. Mohon doa restu dari seluruh masyarakat, Kotamobagu Bisa!” ujar Rindah Gaib Mokoginta.

Senada, Ny. Resty mengajak masyarakat memberi dukungan digital karena interaksi publik di media sosial menjadi salah satu indikator penilaian.

“Dukungan nyata sangat kami harapkan. Mari kunjungi akun Instagram dan Facebook resmi Bapelkes Sulut. Cari profil Chris dan Mega, berikan like, komentar positif, dan bagikan konten mereka. Setiap interaksi sangat berarti bagi langkah mereka menuju kemenangan,” ajak Resty Mangkat Somba.

Ajang ini merupakan program strategis TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara untuk melahirkan duta muda yang mampu mengedukasi gaya hidup sehat, pemenuhan gizi, serta pencegahan pernikahan dini di kalangan remaja.

Dengan pendampingan Pokja IV PKK Kotamobagu, diharapkan keduanya tidak hanya tampil memukau di atas panggung, tetapi juga menguasai substansi pencegahan stunting agar memberi dampak nyata bagi masyarakat saat kembali ke daerah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *