AgamaBolmong

DTD Perdana GP Ansor Dumoga Bersatu Resmi Dibuka, Rudi Satria Bonuot Tekankan Jiwa Besar dan Ketangguhan Kader

284
×

DTD Perdana GP Ansor Dumoga Bersatu Resmi Dibuka, Rudi Satria Bonuot Tekankan Jiwa Besar dan Ketangguhan Kader

Sebarkan artikel ini

BOLMONG — Ketua GP Ansor Bolaang Mongondow, Rudi Satria Bonuot, resmi membuka Diklat Terpadu Dasar (DTD) pertama Gerakan Pemuda Ansor Dumoga Bersatu tahun 2025 yang berlangsung di Desa Mopuya Selatan, Jumat (28/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan kapasitas kader Ansor dan Banser di wilayah Dumoga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus PW Ansor Sulut yang juga anggota DPRD Bolmong Amri Modeong, Camat Dumoga Utara, Camat Dumoga Barat, Sangadi Mopuya Selatan, serta jajaran GP Ansor Bolmong. Pembukaan diawali dengan laporan ketua panitia, Burhan Makalalag.

Camat Dumoga Utara dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan DTD perdana ini dan menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia berharap kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi keragaman dan keharmonisan masyarakat Dumoga, sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Bolmong. “Semoga kegiatan ini berjalan lancar serta melahirkan kader terbaik Ansor yang mampu mengawal program pemerintahan yang dipimpin Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Bolmong Rudi Satria Bonuot menegaskan bahwa DTD merupakan ruang penting pembentukan karakter kader Ansor dan Banser. Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan secara resmi, ia menyampaikan tiga pesan utama yang harus menjadi pegangan seluruh peserta.

Pertama, setiap kader harus memiliki cita-cita besar demi kejayaan organisasi dan masa depan bangsa. Ia menekankan pentingnya visi yang jelas dan semangat untuk berkontribusi bagi daerah. “Kepada seluruh kader Ansor yang mengikuti diklat, kalian harus selalu memiliki cita-cita besar. Tidak boleh ada kader yang berjalan tanpa tujuan. Termasuk cita-cita untuk menuju Bolmong Juara,” tegasnya.

Rudi juga mengingatkan bahwa kader Ansor sejati harus memiliki jiwa besar, tidak pengecut, dan siap berkorban demi kepentingan yang lebih luas. Menurutnya, kader yang memiliki jiwa besar tidak akan bersikap serakah, tetapi mengutamakan kepentingan umat serta senantiasa berbagi.

Pesan ketiga adalah tentang ketangguhan mental. Ia menyebutkan bahwa kader Ansor dan Banser tidak boleh mudah goyah oleh hinaan maupun pujian. “Kader Ansor dan Banser harus tangguh dan tidak mudah sakit hati. Mereka tidak akan tumbang meskipun mendapat hinaan, dan tidak akan terbang tinggi karena pujian,” katanya.

Sejalan dengan itu, Amri Modeong, pengurus PW Ansor Sulut sekaligus anggota DPRD Bolmong, menyampaikan bahwa DTD ini diharapkan menjadi ruang pembentukan kader yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Dumoga. Ia menekankan pentingnya pemahaman materi diklat sebagai bekal untuk turut membangun daerah. “Saya berharap para peserta dapat memahami seluruh materi. Ini penting agar para pemuda GP Ansor mampu ikut membangun daerah dan tidak terpengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai ahlussunnah wal jama’ah,” ujarnya.

Kegiatan DTD ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan organisasi dan pembentukan kader yang siap menjaga nilai kebangsaan, keagamaan, serta mengabdi bagi masyarakat Dumoga Bersatu.(Rony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *