MANADO, ambangnews.com – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), memimpin langsung Apel Gelar Pasukan dan Siaga Bencana. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah dalam memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, akibat cuaca ekstrem yang diprediksi meningkat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang dipusatkan di halaman kantor Gubernur Sulut, Senin (8/12/2025)
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Penjabat Sekretaris Daerah Tahlis Galang, Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto, dan Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip. Kehadiran jajaran Forkopimda tersebut mempertegas komitmen lintas instansi dalam menjaga keselamatan warga di Bumi Nyiur Melambai.
Apel siaga ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga instansi teknis seperti Bakamla, Basarnas, Kejaksaan Tinggi, dan Pengadilan Tinggi. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan kesiapan operasional dalam menghadapi potensi banjir, tanah longsor, maupun gangguan aktivitas publik lainnya.

Dalam amanatnya, Gubernur YSK menekankan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama menghadapi tantangan alam di akhir tahun. Ia menyebutkan bahwa pemerintah harus hadir lebih awal untuk memastikan seluruh perangkat perlindungan masyarakat telah siap bergerak kapan saja jika kondisi darurat terjadi.
“Tujuan kita sederhana: memastikan Sulawesi Utara siap menghadapi potensi cuaca ekstrem yang terjadi pada 6-8 Desember, serta peningkatan aktivitas masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegas Gubernur YSK di hadapan ratusan personel gabungan.
Secara khusus, Gubernur menginstruksikan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak di lapangan untuk meningkatkan intensitas patroli, terutama di zona-zona merah rawan bencana. Pendekatan persuasif kepada masyarakat menjadi prioritas agar mereka lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang mendadak.

“Ingatkan masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca berbahaya, terutama saat arus mudik Natal dan Tahun Baru. Kita doakan bersama Sulawesi Utara tetap dalam keadaan baik-baik saja. Namun aparat wajib hadir melindungi masyarakat,” tambah Gubernur Yulius dalam pesannya yang penuh harapan.
Sebagai penutup, YSK memastikan bahwa penguatan koordinasi tidak hanya pada aspek personel, tetapi juga pada kesiapan logistik yang memadai. Menurutnya, seluruh upaya ini dilakukan demi menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga Sulawesi Utara tetap menjadi daerah yang terlindungi di tengah ancaman cuaca ekstrem. (Advetorial)













