Kotamobagu

Bappelitbangda Kotamobagu Genjot SDM Unggul Lewat Diseminasi Hasil Riset

23
×

Bappelitbangda Kotamobagu Genjot SDM Unggul Lewat Diseminasi Hasil Riset

Sebarkan artikel ini

Kotamobagu, ambangnews.com -Bappelitbangda Kota Kotamobagu menggelar Sosialisasi dan Diseminasi Hasil-Hasil Kelitbangan sebagai langkah strategis mendorong lahirnya SDM unggul dan inovatif di daerah. Kegiatan ini menjadi wadah awal untuk menghimpun masukan yang relevan dengan misi pemerintah dalam memperkuat akses, mutu pendidikan, serta peningkatan SDM melalui berbagai program bantuan pendidikan dan beasiswa. Kotamobagu, Kamis (27/11/25).

Acara yang berlangsung di ruang rapat Bappelitbangda, Jalan Kampus Mogolaing, ini dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotamobagu, Adnan Massinae, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembangunan SDM berkualitas sebagai penopang daya saing daerah.

Adnan menekankan perlunya kolaborasi riset yang lebih kuat lintas sektor, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha hingga masyarakat.

“Kita perlu membangun kolaborasi riset dan inovasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media untuk meningkatkan efektivitas pembangunan dan menjawab tantangan permasalahan daerah, salah satunya SDM,” ujar Adnan.

Sebagai narasumber, Bappelitbangda menggandeng Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Paparan pertama disampaikan Prof. Dr. Lukman Laliyo, akademisi sekaligus guru besar UNG.

Prof. Lukman menyoroti pentingnya pembangunan ekosistem riset di daerah melalui jaringan kolaborasi berkelanjutan.

“Tantangan kelitbangan ke depan adalah membangun ekosistem riset di daerah melalui kerjasama pemerintah, kampus, organisasi masyarakat, serta peningkatan kapasitas peneliti dalam menyusun proposal hibah untuk berbagai program pendanaan riset demi kemajuan SDM,” jelasnya.

Materi kedua disampaikan Peneliti Ahli Utama BRIN, Dr. Herie Saksono, yang membahas sinergi dan tata kelola ekosistem inovasi untuk pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pencapaian visi kepala daerah membutuhkan inovasi tata kelola yang inklusif.

Dr. Herie juga mengungkapkan fakta capaian dan tantangan SDM di Kotamobagu.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kotamobagu cukup tinggi yakni 75,27 poin, namun masih terjadi kesenjangan kualitas sumber daya manusia karena permasalahan stunting serta kualitas guru dan tenaga medis yang belum merata,” jelasnya.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan riset dan inovasi, membangun ekosistem kolaboratif, serta mendorong sinergi seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah.

Acara dihadiri peserta dari perangkat daerah, perguruan tinggi, akademisi, serta para Lurah dan Sangadi se-Kota Kotamobagu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *