BolmongKotamobaguPolitikSulut

Dukung Gubernur YSK, Tokoh Muda BMR Aditya Moha: Pariwisata Sulut-Toraja Cermin Kearifan Lokal Nusantara

290
×

Dukung Gubernur YSK, Tokoh Muda BMR Aditya Moha: Pariwisata Sulut-Toraja Cermin Kearifan Lokal Nusantara

Sebarkan artikel ini

Kotamobagu, ambangnews.com  Upaya Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), dalam menyinergikan potensi pariwisata berbasis budaya antara Sulawesi Utara dan Tana Toraja mendapat dukungan luas. Salah satunya datang dari Tenaga Ahli Fraksi Partai Golkar MPR RI yang juga tokoh muda asal Bolaang Mongondow Raya (BMR), Aditya Anugrah Moha.

Dalam kunjungannya bersama rombongan Gubernur Sulut ke Tana Toraja pada Rabu, 9 Juli 2025, Aditya menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah strategis Gubernur YSK yang dinilai mampu membuka ruang kerja sama lintas daerah melalui penguatan budaya lokal.

“Pertama, saya bangga kepada Bapak Gubernur kita. Hari ini kita bisa menyaksikan suatu keindahan yang luar biasa,” ujar Aditya saat ditemui di sela-sela kunjungan.

Menurutnya, kekayaan Indonesia tidak hanya terletak pada potensi sumber daya alam, melainkan juga pada nilai-nilai kearifan lokal yang hidup dan diwariskan di setiap daerah.

“Keemasan yang dimiliki Nusantara itu adalah kearifan lokal yang luar biasa. Dan itu, salah satunya, ada di Toraja. Kami dari Sulawesi Utara merasa bangga dan siap mendukung agar pariwisata berbasis kearifan lokal ini bisa tumbuh dan berkembang bersama antara Toraja dan Sulut,” ungkap mantan anggota DPR RI itu.

Aditya menilai, langkah Gubernur YSK dalam menjalin konektivitas pariwisata antarwilayah sebagai terobosan besar dalam pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing. Kolaborasi budaya Sulut-Toraja, menurutnya, akan memperkuat posisi Sulawesi sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional.

Gubernur YSK sendiri diketahui tengah gencar membangun diplomasi budaya antar-daerah untuk mendorong integrasi pariwisata yang tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga mengangkat identitas dan warisan leluhur masyarakat setempat.

Langkah ini diapresiasi sebagai misi pembangunan yang tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi juga sarat visi untuk menghidupkan kembali akar budaya bangsa.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *