BMR – Siapa yang tak kenal dengan sosok Dra. Hj. Marlina Moha Siahaan yang akrab disapa Bunda MMS merupakan sosok pemimpin yang erat dikaitkan dengan pemimpin yang tranformasional lewat gebrakan-gebrakan yang dia ciptakan selama menjabat sebagai Bupati Bolaang Mongondow sebelum mekar (2001-2006).
Boki Kolano Inta Nolintak Kon Totabuan (Bunda Pembaharu & Pemersatu Tanah Totabuan) Ditanah Totabuan Bunda Marlina Moha Siahaan (MMS) memiliki begitu banyak prestasi yang sangat cemerlang selama menjabat sebagai Pimpinan Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow pada masa itu & Bupati Bolaang Mongondow selama 2 periode, salah satu prestasi yang paling mentereng adalah keberhasilan Bunda MMS melahirkan 4 daerah Kabupaten/kota sekaligus membawa pemerintahan terus berkembang hingga saat ini.
Pembawaan MMS yang sangat santai dan apa adanya membuat sebagian masyarakat semakin merasakan kehadirannya dan terus di rindukan di tengah masyarakat, khususnya wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Hal ini sejalan dengan Nilai-Nilai “Mototompiaan, Mototabian, bo Mototanoban” (Saling Mengasihi, Menghargai, dan Mengingatkan).

Implementasi slogan tersebut terlihat dari bagaimana MMS sering membuka diskusi-diskusi publik terhadap suatu isu yang berkembang di masyarakat, di mana kesempatan ini sering dimanfaatkan kaum milenial untuk untuk dapat bisa berkontribusi secara langsung dalam pembuatan keputusan, wadah ini sangat menarik perhatian generasi milenial yang identik dengan kemampuan berpikir kritisnya.
Nah, sebenernya apa saja? Resep Bunda MMS menjadi pemimpin tranformasional yang dekat dengan kaum milenial terutama dengan ibu-ibu dan bisa mendapatkan begitu banyak penghargaan.
Penjelasan di atas menegaskan bahwa Bunda MMS selama menjabat menjadi Bupati Bolaang Mongondow adalah seorang pemimpin sekaligus menjadi seorang Manager. Bunda MMS sebagai seorang pemimpin dapat merencanakan suatu visi yang sangat besar yang terlihat dari slogannnya “Menuju Bolaang Mongondow Sejahtera dan Berdikari dan Mandiri.
Di samping itu, Bunda Marlina Moha Siahaan (MMS) juga sangat berkomitmen untuk mewujudkan visi tersebut yang tercermin dari tindakan-tindakannya seperti contohnya turun langsung mendengar keinginan & keluhan rakyatnya yang sangat gencar dilakukan oleh MMS saat ia menjabat sebagai Pemimpin disaat itu.
Bunda MMS sering kali melibatkan milenial pada kesempatan-kesempatan tertentu tanpa ada ragu di dalam dirinya, seperti dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif di era digitalisasi, Bunda MMS menggandeng para anak-anak muda dan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) sebagai generasi teknologi untuk dapat bisa berpartisipasi secara langsung.
Hal tersebut menandakan Bunda MMS sangat menekankan kepemimpinan dalam koloborasi yang sejalan dengan pendapat Ansell dan Gash (2012) di mana menyatakan bahwa salah satu peran kepemimpinan koloborasi adalah pemimpin sebagai katalisator.
Gaya Kepemimpinan demokratis juga melekat kepada Bunda Marlina Moha Siahaan (MMS) yang terlihat dari sikapnya yang suka mengajak berdiskusi dengan berbagai kalangan masyarakat. Bunda MMS sangat mengapresiasi segala aspirasi-aspirasi dari Rakyatnya, di mana hal ini tercermin dari respons cepat Bunda MMS dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa dan Masyarakat.
Sikap ini sejalan dengan perkataan dari Robbins (2003:167) yang menjelaskan bahwa “Pemimpin Demokratis adalah pemimpin yang mengikutsertakan para aktor dalam mengambil sebuah keputusan.”
Terbentuknya gaya kepemimpinan tranformasional Bunda Marlina Moha Siahaan (MMS) tidak terlepas dari tipe pengikut atau aktor-aktor yang mendukung (Followership) kepemimpinannya sebagai seorang pemimpin.
Partisipasi masyarakat yang cukup intens pada forum diskusi atau seluruh hajatan kemasyarakatan yang ia lakukan menandakan bahwa pengikut dari kepemimpinan MMS sangat aktif dan juga membawa dampak yang positif di tengah masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR) Dan kita yakin dan percaya sampai hari ini pengikut dan pengemar Boki Kolano Inta Nolintak Kon Totabuan (Bunda Pembaharu & Pemersatu Tanah Totabuan) ini masih sangat merindukan kehadiran Mantan Bupati Bolaang Mongondow & Mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara itu.(red)













