KOTAMOBAGU, ambangnews.com — Rektor Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK), Dr. Muharto, S.Pd.I., S.E., M.Si., mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memaknai Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar sebagai momentum seremonial, tetapi sebagai kesempatan untuk melanjutkan perjuangan melalui ilmu, pendidikan, integritas, dan pengabdian.
Menurut Muharto, kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan yang telah mengorbankan waktu, tenaga, harta, bahkan nyawa demi masa depan generasi penerus.
“Mungkin mereka tidak mengenal nama kita. Namun, kita hidup di atas jejak perjuangan mereka,” ujar Muharto dalam refleksinya memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia mengatakan, bentuk perjuangan generasi saat ini memang berbeda dengan perjuangan para pendahulu. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan melalui perlawanan terhadap penjajahan, kini perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kerja keras, kejujuran dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam konteks pendidikan, Muharto menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan integritas.
“Ilmu yang kita miliki hendaknya tidak berhenti menjadi kebanggaan pribadi. Ia harus menjadi cahaya yang menerangi orang lain,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak semata-mata diukur dari seberapa tinggi pencapaian yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Karena itu, Muharto mengingatkan pentingnya membangun bangsa dengan menjunjung nilai kejujuran dan tanggung jawab. Kemajuan, kata dia, tidak boleh dibangun di atas keserakahan, korupsi maupun penyalahgunaan kekuasaan.
“Bangsa ini tidak hanya membutuhkan generasi yang pintar, tetapi juga manusia yang berintegritas. Tidak hanya manusia yang mengejar keberhasilan, tetapi manusia yang memahami tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menilai setiap elemen masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan. Pendidikan, pelayanan, ilmu pengetahuan, ekonomi, maupun pengabdian sosial merupakan bagian dari perjuangan dalam membangun Indonesia.
“Jika dahulu mereka mempertaruhkan nyawa demi tanah air, maka hari ini marilah kita mempertaruhkan waktu, tenaga, pikiran, ilmu, dan seluruh kemampuan terbaik yang kita miliki demi kemajuan bangsa dan kemanusiaan,” tutur Muharto.
Rektor UDK tersebut berharap peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial setiap bulan Agustus. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan pengabdian sehari-hari.
“Jadikan ia semangat yang hidup dalam setiap tindakan. Jadikan ia nilai yang tumbuh dalam setiap pengabdian. Jadikan ia cahaya yang menuntun setiap langkah,” katanya.
Muharto menegaskan, para pahlawan telah mewariskan kemerdekaan kepada generasi saat ini. Tugas generasi penerus adalah menjaga sekaligus mengisi kemerdekaan tersebut dengan ilmu, keteladanan dan karya yang bermanfaat bagi bangsa.
“Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka bukan akhir dari perjuangan. Merdeka adalah awal dari pengabdian,” pungkasnya.(*)













