KOTAMOBAGU, Ambangnews – Ketua Komisi II DPRD Kota Kotamobagu, Dani Iqbal Mokoginta, mendorong sektor swasta agar mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pengembangan UMKM dan pengelolaan lingkungan.
“Pihak swasta terutama yang ada di Kota Kotamobagu harus ikut memikirkan dan bertanggung jawab terhadap keberlangsungan pembangunan,” ujar Dani, Jumat (13/6/2025).
Politisi yang juga mantan Ketua GP Ansor Kotamobagu ini menyampaikan apresiasi terhadap pelaku usaha seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi, perbankan nasional, BUMD, hingga lembaga keuangan non-bank, yang selama ini telah berkontribusi dalam dinamika ekonomi lokal.
Namun demikian, Dani menilai kontribusi tersebut belum sepenuhnya maksimal, terutama terkait realisasi Corporate Social Responsibility (CSR).
“Dalam pandangan saya, beberapa tahun terakhir CSR perusahaan-perusahaan ini kurang jelas, padahal banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipikirkan bersama. Misalnya untuk pengembangan UMKM agar naik kelas, hingga penanganan persoalan sampah,” tegasnya.
Dani juga menyoroti tanggung jawab sosial perusahaan terhadap dampak operasional, termasuk dalam memproduksi sampah. Ia menyarankan agar dana CSR dapat diarahkan untuk pelatihan dan pembinaan UMKM, serta mendukung pengelolaan lingkungan.
“Perusahaan-perusahaan ini juga bisa menyumbangkan armada pengangkut sampah, atau membantu perawatan taman-taman di median jalan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) agar tidak sekadar menerbitkan izin usaha, tetapi juga memastikan komitmen perusahaan terhadap pembangunan daerah.
“Harusnya Dinas teknis memastikan beberapa hal ini sebelum memberikan izin. Dan bagi perusahaan yang mengabaikan tanggung jawab, dinas harus segera melakukan evaluasi,” tambahnya.
Ia berharap dalam waktu dekat, seluruh pihak swasta yang beroperasi di Kotamobagu dapat membangun koordinasi aktif dengan pemerintah daerah.(*)













