Kotamobagu, — Sebagai bagian dari implementasi kurikulum mata kuliah Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Konservasi Tanah dan Air, mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan dan Kehutanan Universitas Dumoga Kotamobagu melaksanakan kegiatan praktikum lapangan di kawasan wisata Air Terjun Molipungan, Desa Kobo Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Jumat, 30 Mei hingga Sabtu, 31 Mei 2025, dan dipimpin langsung oleh dosen pengampu, Zibran Poli, S.Hut., M.Si. Adapun peserta praktikum terdiri dari sejumlah mahasiswa, di antaranya La Ode Alian, La Ode Arjuna, Kamil Korompot, Rifat Umuli, Reagen Antoni, Rahmat, Viky, Samsul, Fahmi, Dias, dan Redrico.
Tujuan utama dari praktikum ini adalah untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai teori-teori yang telah dipelajari di kelas. Para mahasiswa diajak untuk mengenali secara langsung karakteristik fisik DAS, mengamati kondisi vegetasi dan hidrologi, serta mengukur berbagai parameter lingkungan seperti debit air dan tingkat erosi tanah.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melatih mahasiswa agar memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan dan mampu menganalisis tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujar Zibran Poli di sela-sela kegiatan.
Proses praktikum diawali dengan sesi pembekalan dan persiapan logistik serta peralatan lapangan, seperti alat ukur panjang, bola pingpong sebagai pelampung, alat tulis, dan kamera dokumentasi. Setibanya di lokasi, mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok kerja untuk melakukan survei, observasi, dan pengambilan data.
Selama dua hari kegiatan, para mahasiswa tidak hanya belajar mengumpulkan data, tetapi juga melakukan diskusi lapangan untuk menganalisis permasalahan lingkungan di kawasan tersebut. Nantinya, hasil pengamatan dan analisis ini akan dituangkan dalam bentuk laporan akhir yang menjadi bagian dari penilaian akademik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dapat memperkuat keterampilan observasi, analisis lingkungan, dan mampu memberikan solusi konkret dalam pengelolaan DAS dan konservasi tanah serta air di masa mendatang.(*)













