Bolmong

Hujan Deras Picu Banjir di Bolmong, Puluhan Rumah Terendam dan Warga Dievakuasi

312
×

Hujan Deras Picu Banjir di Bolmong, Puluhan Rumah Terendam dan Warga Dievakuasi

Sebarkan artikel ini

BOLMONG,ambangnews.com— Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) sejak Rabu (29/10) malam menyebabkan banjir di sejumlah desa. Air dengan ketinggian 80 sentimeter hingga 1,5 meter merendam permukiman warga di Kecamatan Passi Barat dan Poigar.

Laporan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Bolmong mencatat, banjir mulai melanda sekitar pukul 22.00 WITA. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan Basarnas segera bergerak menuju lokasi sekitar pukul 23.00 WITA untuk melakukan evakuasi warga.

Wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Passi Barat, tepatnya di Desa Muntoi Timur dan Desa Lobong. Di Desa Muntoi Timur, sekitar 90 jiwa terdampak, dengan 1 rumah hanyut dan 3 rumah rusak ringan. Sementara di Desa Lobong, 40 jiwa terdampak, 1 rumah rusak sedang, dan 5 rumah rusak ringan.

Di Kecamatan Poigar, banjir juga melanda Desa Wineru, Nonapan, dan Gogaluman, namun hingga Kamis pagi (30/10/2025), petugas masih melakukan pendataan di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Bolmong melalui laporan Pusdalops menyampaikan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat dan pemerintah desa, pihaknya segera berkoordinasi dengan BASARNAS Pos Siaga SAR Kotamobagu, TNI/Polri, serta sejumlah instansi terkait.

“Petugas masih melakukan kaji cepat dan evakuasi lanjutan. Kendala di lapangan cukup besar karena cuaca masih hujan dan kondisi malam hari,” demikian laporan Pusdalops BPBD Bolmong pada Kamis (30/10/2025) pukul 05.00 WITA.

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut. BPBD Bolmong memastikan pemantauan di lokasi terdampak dilakukan 24 jam penuh.

Sejumlah kebutuhan mendesak telah diidentifikasi, antara lain makanan siap saji, perlengkapan tidur, alat berat untuk normalisasi sungai, serta mobil damkar untuk membersihkan lumpur di jalan-jalan yang tergenang.

BPBD juga merekomendasikan agar pemerintah daerah segera menetapkan status tanggap darurat agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Saat ini, personel gabungan dari BPBD, BASARNAS, Satpol PP dan Damkar, TNI/Polri, TAGANA, serta pemerintah desa masih berada di lapangan membantu warga terdampak dan memulihkan akses di sejumlah titik banjir.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *