Teheran, ambangnews.com – Presiden Masoud Pezeshkian merilis surat terbuka yang ditujukan kepada rakyat Amerika Serikat. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur vital Iran akan membawa konsekuensi sangat serius dan tidak dapat dibenarkan. Pernyataan itu disampaikan melalui surat terbuka yang dipublikasikan baru-baru ini.
Dalam surat tersebut, Pezeshkian menyoroti serangan yang disebut menyasar fasilitas energi, industri dalam negeri, hingga berdampak langsung pada warga sipil.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak pernah memulai perang, namun memiliki hak sah untuk membela diri dari agresi militer yang mengancam kehidupan dan masa depan rakyatnya.
Pezeshkian juga mempertanyakan motif di balik tindakan militer Amerika Serikat, termasuk dugaan pemboman fasilitas sipil dan jatuhnya korban warga tak bersalah.
Menurutnya, tindakan tersebut menimbulkan dampak destruktif yang dirasakan langsung oleh masyarakat Iran di berbagai sektor kehidupan.
Dalam surat itu pula, Pezeshkian mengingatkan bahwa Iran merupakan salah satu peradaban tertua yang berkelanjutan dalam sejarah manusia.
Ia menekankan bahwa terlepas dari keunggulan historis dan geografisnya, Iran dalam sejarah modernnya tidak pernah memilih jalan agresi, ekspansi, kolonialisme, atau dominasi.
Surat terbuka ini menjadi penegasan sikap Iran bahwa negaranya mengedepankan prinsip pertahanan diri, sekaligus menyuarakan dampak kemanusiaan dari konflik yang terjadi.***













