Sulut

Gubernur Yulius: Merah Putih di Sulut Dikibarkan dengan Jiwa dan Air Mata

179
×

Gubernur Yulius: Merah Putih di Sulut Dikibarkan dengan Jiwa dan Air Mata

Sebarkan artikel ini

MANADO, ambangnews.com – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menegaskan bahwa semangat perjuangan Peristiwa Merah Putih harus terus hidup dan ditransformasikan dalam menghadapi tantangan zaman, Sabtu (14/2/2026).

Penegasan itu disampaikan Gubernur Yulius saat menjadi inspektur upacara pada Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih yang digelar di Lapangan KONI Sario, Manado. Ia menyebut delapan dekade peristiwa tersebut sebagai simbol ketangguhan dan bukti bahwa api patriotisme tidak pernah padam di Bumi Nyiur Melambai.

Menurutnya, peristiwa heroik di Tangsi Militer Teling menjadi tonggak penting perlawanan rakyat Sulawesi Utara terhadap penjajahan dan merupakan proklamasi kedua bagi daerah ini. Momen tersebut menjadi pengingat akan keberanian dan pengorbanan para pejuang dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menegakkan kembali harga diri, keberanian, dan semangat juang para pahlawan,” tegas Gubernur.

Gubernur juga mengenang para tokoh pejuang Peristiwa Merah Putih yang dengan berani menurunkan bendera penjajah dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai simbol kemenangan kedaulatan bangsa. Nilai perjuangan tersebut dirangkum dalam tema peringatan tahun ini, “Bhakti Kami Demi Pertiwi, dari Sulut untuk Nusantara”, sebagai komitmen Sulawesi Utara menjaga keutuhan NKRI.

Dalam rangkaian peringatan tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menghadirkan sejumlah kegiatan seperti Merah Putih Panahan Sulut Open, drama kolosal sejarah, serta pembagian bunga dan cokelat kepada masyarakat sebagai simbol perjuangan yang berlandaskan cinta tanah air dan kemanusiaan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Yulius juga menginstruksikan tiga hal penting, yakni memperkuat literasi sejarah, memperkokoh sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, serta mentransformasikan semangat juang untuk melawan kemiskinan dan perpecahan di era modern. “Merah Putih di tanah paling utara Nusantara ini dikibarkan dengan jiwa dan air mata. Jangan biarkan api patriotisme ini redup,” pungkasnya.

Upacara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Sulut Anik Yulius Selvanus, para bupati dan wali kota se-Sulut, unsur Forkopimda Sulut, TNI-Polri, ASN, atlet, pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta keluarga pejuang Merah Putih. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan olahraga dan seni budaya, seperti beladiri Wushu, Muaythai, Karate, Taekwondo, Pencak Silat Militer, Kabasaran masal, Dana-dana masal, Maengket masal, Masamper masal, Kolintang, musik bambu, hingga drama kolosal yang menggambarkan heroisme para pejuang Merah Putih.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *