Kotamobagu

Kopandakan Satu Jadi Desa Percontohan Pengelolaan Sampah

44
×

Kopandakan Satu Jadi Desa Percontohan Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini

Kotamobagu, ambangnews.com – Pemerintah Kota Kotamobagu menggelar sosialisasi Desa Pilot Project Pengelolaan Sampah yang dipusatkan di Balai Desa Kopandakan Satu, sebagai langkah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah mulai dari tingkat rumah tangga (29/12/25).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Desember 2025, dan diikuti masyarakat yang akan menjadi bagian dari desa percontohan pengelolaan sampah di Kota Kotamobagu.

Sebanyak 100 peserta dilibatkan dalam kegiatan ini. Para peserta nantinya akan menjadi bagian dari Pasukan Hijau Kotamobagu yang berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan di wilayah masing-masing.

Pada hari pertama kegiatan, peserta menerima sejumlah materi penting terkait pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Kotamobagu, Drs. Teddy Makalalag, menyampaikan materi mengenai tata cara pengelolaan sampah yang benar serta upaya membangun sistem pengelolaan yang berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Selanjutnya, Staf Khusus Bidang Lingkungan, Putri Damayanti Potabuga, memberikan materi tentang konsep zero waste, pemilahan sampah, serta pengelolaan sampah organik menjadi kompos.

Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan praktik langsung pengolahan kompos yang dipandu oleh tim dari Climate Institute.

Putri Damayanti Potabuga menjelaskan bahwa Desa Kopandakan Satu dipilih sebagai desa percontohan karena dinilai siap menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu. “Jika program ini berhasil, maka akan diterapkan di seluruh desa dan kelurahan di Kota Kotamobagu,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui program tersebut masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengelola sampah, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai nilai ekonomi dari sampah, seperti penjualan kompos, plastik, maupun kardus yang telah dipilah.

“Ke depan, pengelolaan ini bisa dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau Koperasi Merah Putih, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme warga terlihat tinggi. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi dan praktik yang diberikan sebagai bentuk komitmen bersama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Kotamobagu.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *