Kotamobagu

PUPR Kotamobagu Warning Keras Kontraktor, Proyek Jalan Miliaran Mulai Dikerjakan

89
×

PUPR Kotamobagu Warning Keras Kontraktor, Proyek Jalan Miliaran Mulai Dikerjakan

Sebarkan artikel ini

Kotamobagu, ambangnews.com – Pemerintah Kota Kotamobagu mulai menggelontorkan proyek infrastruktur jalan bernilai miliaran rupiah pada Tahun Anggaran 2026, ditandai dengan penandatanganan kontrak pekerjaan jasa konstruksi bidang bina marga di aula Dinas PUPR, Kamis (26/03/2026).

Rapat penandatanganan kontrak tersebut menjadi titik awal dimulainya sejumlah proyek fisik yang menyasar perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di berbagai titik di wilayah Kota Kotamobagu.

Beberapa paket pekerjaan yang mulai berjalan di antaranya pemeliharaan rutin jalan yang tersebar di Kota Kotamobagu, yang dikerjakan oleh CV. Dua Putra dengan nilai kontrak sebesar Rp1.098.536.000.

Selain itu, pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Zakaria Imban Tahap 3 yang mencakup Kelurahan Molinow, Kelurahan Mongondow hingga Desa Poyowa Kecil, juga ditangani CV. Dua Putra dengan nilai kontrak Rp1.246.507.000.

Sementara itu, proyek rekonstruksi atau peningkatan Jalan Ibolian di Kelurahan Gogagoman dikerjakan oleh CV. Berkat Anugerah Bersama dengan nilai kontrak mencapai Rp3.233.557.000.

Kepala Bidang Bina Marga, Haris Momintan mewakili Kepala Dinas PUPR Kotamobagu, Claudy N. Mokodongan, menegaskan bahwa penandatanganan kontrak ini bukan sekadar formalitas, melainkan awal dari pekerjaan nyata yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Penandatanganan ini menandai dimulainya serangkaian kegiatan fisik untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kotamobagu guna mendukung mobilitas warga dan giat perekonomian, yang merupakan prioritas pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan masyarakat akan infrastruktur yang mantap dan nyaman,” ujarnya.

Namun demikian, ia juga menegaskan peringatan keras kepada para kontraktor agar tidak mengabaikan kualitas pekerjaan.

“Kami menegaskan kepada penyedia jasa (kontraktor) untuk bekerja sesuai dengan spesifikasi teknis, tepat waktu, dan mengutamakan kualitas, guna menghindari kerusakan dini pada masa pemeliharaan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Dinas PUPR tidak ingin proyek bernilai miliaran rupiah berakhir dengan hasil yang mengecewakan, mengingat proyek jalan kerap menjadi sorotan publik akibat kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat.

Di sisi lain, Dinas PUPR juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi gangguan selama proses pekerjaan berlangsung, sekaligus membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan.

“Dinas PUPR meminta maaf kepada masyarakat pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses perbaikan berlangsung. Kami berharap masyarakat turut mengawasi jalannya proyek ini agar hasil pembangunannya optimal dan dapat dinikmati bersama,” tambahnya.

Dengan dimulainya proyek-proyek ini, masyarakat kini menaruh harapan besar agar pembangunan infrastruktur jalan di Kota Kotamobagu dapat memberikan manfaat maksimal serta memiliki kualitas yang baik dan tahan lama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *