Sulut

Sulut Bidik Hub Logistik Asia Timur

166
×

Sulut Bidik Hub Logistik Asia Timur

Sebarkan artikel ini

SULUT, ambangnews.com – Provinsi Sulawesi Utara kian dimantapkan menjadi pusat distribusi logistik utama kawasan timur Indonesia sekaligus penghubung perdagangan menuju Asia Timur. Arah kebijakan tersebut mengemuka dalam diskusi strategis penguatan peran Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) sebagai poros baru rantai pasok global. Manado, Senin (19/1/2026).

Forum strategis itu mempertemukan pemerintah daerah, perwakilan lembaga keuangan, pelaku industri logistik, eksportir, investor, hingga mitra internasional dari Tiongkok dalam satu meja pembahasan.

Pemerintah daerah menilai diskusi ini sebagai momentum awal untuk membangun sistem distribusi yang lebih efisien, terintegrasi, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat regional maupun global.

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyampaikan bahwa kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua memiliki kontribusi signifikan terhadap ekspor nasional. Namun, selama ini distribusi barang masih sangat bergantung pada pelabuhan di Pulau Jawa.

Ketergantungan tersebut, menurut gubernur, berdampak pada tingginya biaya logistik serta panjangnya waktu pengiriman barang dari kawasan timur Indonesia ke pasar internasional.

Ia menilai pengoperasian jalur pelayaran langsung dari Pelabuhan Bitung menuju negara-negara Asia Timur dapat menjadi solusi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, sekaligus memangkas mata rantai distribusi.

“Jika konektivitas langsung ini berjalan konsisten, maka rantai pasok Indonesia Timur akan jauh lebih efisien. Dampaknya bukan hanya pada perdagangan, tetapi juga membuka peluang investasi dan tumbuhnya sektor pendukung seperti pergudangan serta pusat distribusi regional,” ujar Yulius.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan diplomatik Tiongkok menegaskan hubungan dagang kedua negara terus menunjukkan tren peningkatan dalam satu dekade terakhir. Jalur pelayaran langsung Bitung–Asia Timur dinilai bukan sekadar koneksi perdagangan, melainkan fondasi integrasi ekonomi regional yang lebih luas, sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia Timur dalam jaringan rantai pasok internasional.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *